Hai pecinta film Jepang. Jika kamu menyukai film dengan cerita mendalam, emosional, dan penuh makna, Kokuho menjadi salah satu film yang patut masuk dalam daftar tontonan tahun ini.
Baca juga: 37 Seconds (2019): Manga, Seks dan Celebral Palsy! - OMZENGA
Disutradarai oleh Lee Sang-il dan diadaptasi dari novel karya Shuichi Yoshida, Kokuho mengangkat dunia kabuki, seni teater tradisional Jepang yang dikenal dengan disiplin tinggi dan nilai estetika yang kuat. Film ini tidak hanya berfokus pada seni, tetapi juga pada perjalanan identitas, ambisi, dan pengorbanan.
| Poster resmi Kokuho (2026). Hak cipta milik pemilik resmi. |
Sinopsis Kokuho
Kokuho menceritakan Kikuo Tachibana (diperankan oleh Ryo Yoshizawa), seorang anak dengan latar belakang keluarga yang kelam. Hidupnya kemudian berubah ketika ia diadopsi oleh keluarga seniman kabuki ternama yang juga keluarga Yakuza. Gila ga tuh!
| Cuplikan adegan Kikuo - Kokuho (2026) |
FYI, kalau kalian ga tau kabuki itu apa, kabuki itu adalah teater tradisional Jepang yang terkenal banget dengan akting dramatis, kostum heboh, dan gerakan yang super detail. Nah, di dalamnya ada peran khusus yang disebut onnagata, yaitu aktor laki-laki yang memerankan karakter perempuan dan ini jadi bagian penting dari perjalanan Kikuo di film ini.
| Kikuo dewasa - Kokuho (2026) |
Di bawah bimbingan Hanjiro Hanai (diperankan oleh Ken Watanabe), seorang aktor kabuki legendaris, Kikuo menjalani pelatihan yang sangat keras untuk menguasai seni yang menuntut kesempurnaan gerak, ekspresi dan tari yang tidak mudah.
| Kikuo dan Shunsuke kecil - Kokuho (2025) |
Kikuo tumbuh bersama Shunsuke Ogaki (diperankan oleh Ryusei Yokohama), anak kandung keluarga Watanabe tersebut yang sekaligus menjadi rival terdekatnya. Hubungan mereka dipenuhi dengan persaingan, kecemburuan, serta ikatan emosional yang kompleks. Jadi kayak love and hate relationship gitu deh!
| Shunsuke dan Kikuho - Kokuho (2025) |
Seiring waktu, Kikuo menghadapi tekanan besar untuk membuktikan dirinya layak menjadi penerus dalam dunia kabuki. Ia dihadapkan pada pilihan sulit antara mempertahankan jati diri atau sepenuhnya mengorbankannya demi mencapai status tertinggi dalam dunia seni, yaitu “Kokuho” atau National Treasure.
Daftar Pemeran Kokuho:
Pemeran Utama
- Ryo Yoshizawa – Kikuo Tachibana dewasa
- Soya Kurokawa – Kikuo Tachibana kecil
- Ryusei Yokohama – Shunsuke Ogaki
- Ken Watanabe – Hanjiro Hanai
Pemeran Pendukung
- Mitsuki Takahata – Harue Fukuda
- Nana Mori – Akiko
- Shinobu Terajima – Sachiko Ogaki
- Min Tanaka – Mangiku Onogawa
- Takahiro Miura – Teppei Takeno
Informasi Penting:
- Sutradara: Lee Sang-il
- Adaptasi: Novel karya Shuichi Yoshida
- Genre: Drama, historical, seni
- Negara: Jepang
- Tema utama: kabuki, ambisi, identitas
- Tanggal rilis: 2026
Review (Ekspektasi):
Kokuho bukan film yang mengandalkan alur cepat atau aksi yang intens. Kekuatan utamanya terletak pada pendalaman karakter dan eksplorasi emosi.
Film ini diperkirakan akan menampilkan visual artistik dari dunia kabuki secara autentik, sekaligus memperlihatkan disiplin keras di balik keindahan seni tradisional tersebut. Konflik yang diangkat juga bersifat personal, berfokus pada dilema antara ambisi dan identitas diri.
Baca juga: 6 Film Underrated Tahun 2026 Wajib Tonton Biar Gak Monoton - OMZENGA
Bagi penonton yang menyukai drama karakter yang kuat, cerita tentang dedikasi terhadap seni, serta konflik emosional yang realistis, Kokuho merupakan film yang layak untuk ditunggu.
Kesimpulan
Kokuho adalah kisah tentang harga yang harus dibayar untuk mencapai kesempurnaan. Di balik keindahan panggung kabuki, terdapat perjuangan, tekanan, dan pengorbanan yang tidak terlihat.
You were born into a family of actors so your family blood will always protect you. — Hanjiro Hanai.
Film ini kalau gue bilang, sangat menawarkan pengalaman yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mendalam secara emosional. Tapi kalau kalian kurang suka film bertemakan drama dibalut budaya, mungkin film berdurasi hampir 3 jam ini mungkin akan bikin kalian ngantuk guys!
Rating OMZENGA: 4.5/5
Menurut gue film ini mengajarkan gue banyak hal, ga cuma perjuangan hidup tapi juga tentang tradisi yang diterapkan dalam menjalani hidup. Menurut kalian, apakah kesuksesan selalu harus dibayar dengan kehilangan jati diri?
See ya,
REX
Komentar
Posting Komentar